Senin, 23 Januari 2017

Dunia Pendakian Berduka


 entah ada apa dengan gunung gunung akhir akhir ini sob, sudah 2 hari berturut turut admin dapat berita pendaki meninggal di Gunung. admin pikir cuaca emang sedang nggak bersahabat digunakan untuk naik gunung. Beberapa gunung di Indonesia juga ada yang ditutup, memang dari dulu bulan januari sampai maret bahkan ada yang sampai april basecamp gunung gunung tersebut menutup pendakian, dengan alasan pengembalian ekosistem dan cuaca di bulan itu memang tidak disarankan untuk pendakian. Tapi tidak semua gunung ditutup, ada beberapa gunung yang masih dibuka. Kalau mau tau gunung mana saja yang dibuka atau ditutup bisa dilihat di sini

oke, disini mau sedikit review tentang dua kejadian yang menimpa pendaki pendaki tersebut. Ada 2 yang mau admin bahas disini, yang pertama kejadian di Gunung Sumbing dan yang kedua di Gunung Lawu

Kejadianya pada Sabtu tanggal 21 Januari 2017, ada 4 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ingin mendaki Gunung Sumbing Via Butuh, Kaliangkrik. Kronologinya, korban dan 3 temanya yang lain mulai mendaki pukul 08.00 pagi, pukul 13.00 korban terpeleset di tebing ketinggian 10 meter, melihat kejadian itu teman dan pendaki lainya turun langsung melapor ke basecamp butuh. Dan saat itu juga tim basecamp butuh (11 orang) langsung naik ke sungai no. 2 pos 2 untuk melakukan evakuasi. Pukul 15.30 korban diangkat dan di evakuasi menggunakan tandu darurat, korban mengalami cidera luka pada kepala bagian belakang. Pukul 18.00 evakuasi korban sampai di basecam dan korban dinyatakan meninggal dunia. Pukul 18.35 korban dibawa ke puskesmas kaliangkrik untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Korban bernama Bramantyansyah (19), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut admin, Bulan bulan seperti ini sangat tidak disarankan untuk naik gunung. Curah hujan yang besar ditambah lagi kalo badai di gunung, rasanya malas sekali sob, admin ingat ketika 2 tahun lalu admin naik Gunung Sindoro. Dari pos 3 sampai puncak tidak bertemu
cahaya matahari sama sekali, yang ada hanya angin yang kencang dan kabut yang sangat tebal.Sekarang mendaki kalo di puncak cuman zonk kabut, rasanya ada nyesel nyeselnya juga kan hehe. admin tegaskan lagi, cuaca sedang buruk buruk nya, apa harus tetap melakukan pendakian dan berkata "Sudah, berharap saja semoga dapat cuaca cerah". Tak ada yang salah dengan harapan, namun membaca pertanda dan mendahulukan keselamatan adalah sebuah pilihan sikap yang lebih bijak ketimbang tetap memaksa jalan dan berujung doa dari orang tua. Santai sob, gunung nya gak akan lari kok, tunggu musimnya mendukung dulu baru nyusun rencana.

sebaik - baiknya seorang pendaki adalah ia yang mengerti, alam juga butuh waktu untuk pemulihan diri. Dan sebaiknya seorang pendaki, adalah ia yang mampu menahan keinginan hati, untuk pergi mendaki



 
Kalo yang satu ini, admin sedikit miris membacanya. Kejadianya berada di lereng gunung lawu sob, admin juga belum tau persis kronologi kejadianya. Ini adalah acara The Great Camping (TGC) atau bisa disebut diksar. Korban 2 orang bernama Muhammad Fadli Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri & syaits Syaits Asyam (19) mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Fadli tewas saat dalam perjalanan dari basecam diksar menuju Puskesmas Tangmangu pada 20 januari lalu, sedangkan syaits meninggal di Rumah RS Bethesda Yogyakarta sehari kemudian setelah mendapatkan perawatan.

Waktu sedang dirawat, syaits bercerita tentang kronologi kejadian waktu di diksar kepada ibunya. Syaits mengaku punggungnya dipukul pakai rotan hingga sepuluh kali Ia juga harus membawa air berjumlah banyak, sambil diinjak. Ibu syaits menceritakan kembali cerita anaknya itu dengan mata berkaca kaca. Saat menceritakan itu, kondisinya cukup lemah dan kesulitan untuk bernafas. Sebelum menghadap sang pencipta, Ibu syaits sempat mendengar suara anaknya meminta maaf. Pihak keluarga sampai sekarang belum mendapat penjelasan resmi dari kampus atau dari pihak panitia diksar tersebut.

Menurut admin, kejadian ini sangat disayangkan. Bagaimana bisa diksar atau diklat besar bisa merenggang nyawa seperti ini ? itu DIKLAT BESAR atau DIKLAT KASAR ?
Setau admin, diklat berisi tentang materi materi alam dan materi survival hidup di alam dan lain lain tentang berbagai pengetahuan di alam bebas.ada juga latian mental, menurut admin kalo masalah mental sah sah saja, dibentak, dimarahi atau yang lainya yang bersifat ke arah mental itu masih bisa dianggap wajar. karena diklat di berikan untuk membuat fisik dan mental kita terlatih. Tapi kejadian di lereng gunung lawu ini patut di selidiki lebih lanjut, apakah masih ada mental mental bobrok seperti senioritas yang terjadi disana, senior merasa berkuasa di hadapan adik adik nya, itulah yang sangat admin tidak suka, mereka menyuruh hal yang tidak wajar (tidak ada hubunganya dengan diklat tersebut), sok berkuasa dan seenaknya saja di hadapan juniornya. Disini admin pikir, bukan hanya panitia yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Panitia juga mungkin tidak berani tegas terhadap senior senior mereka yang sudah lulus, memang wajar saja. Kampus pun juga akan mengelak jika pelaku berasal dari alumni kampus tersebut, karena pihak kampus juga sudah bukan menganggap mereka mahasiswa aktif disana.Entah bagaimana hasil akhir dari kejadian ini masih diselidiki oleh kepolisian.

Masih terlalu banyak Mahasiswa yang bermental sok kuasa. Menintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seidologi dan lain - lain. Setiap tahun datang adik adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban korban baru untuk ditipu oleh tokoh - tokoh mahasiswa semacam itu. (Kutiapn dari Soe Hok Gie)



Sekali lagi disini admin turut berduka cita atas kejadian kejadian yang menimpa saudara saudara kita yang telah mengalami  kajian tersebut. Semoga arwahnya diterima disisi Sang Pencipta. Amin
Semoga menjadi pelajaran juga bagi kita semua untuk lebih hati hati jika berurusan dengan alam.


Update!!! 24 Januari 2017
 Jakarta - Satu lagi peserta The Grand Camping (TGC) yang digelar Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal dunia. Korban atas nama Ilham Nurfadmi Listia Adi (20) meninggal di RS Bethesda tengah malam tadi.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, adik saya (Ilham) sudah meninggal dunia," ujar Ermy, kakak Ilham melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (24/1/2017).

Ermy dan sang ayah, menyampaikan bahwa Ilham menjadi salah satu peserta TGC yang laksanakan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kondisinya terus menurun hingga Senin (23/1) malam Ilham masuk ICU di RS Bethesda dan meninggal dunia pada tengah malam tadi.

Sang ayah melalui pesan singkat juga menyampaikan bahwa anaknya menjadi korban penyiksaan Mapala Unisi.

"Anak saya adalah korban penganiayaan dan penyiksaan oleh Mapala Unisi, (meninggal dunia) pada jam 00.00 WIB malam ini di RS Bethesda," kata sang ayah.

Ayah dan ibu Ilham rencananya baru akan tiba di Yogyakarta pagi ini dari Lombok.

Dengan meninggalnya Ilham, berarti sudah ada 3 peserta Diklatsar TGC Mapala UII yang meninggal dunia. Pihak kampus menyatakan sedang melakukan investigasi internal dan menghentikan kegiatan di luar kampus.

Dua mahasiswa yang lain meninggal itu adalah Muhammad Fadli (19) dan Syaits Asyam (19). Mereka mengikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Fadli, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015, meninggal pada Jumat (20/1) saat perjalanan menuju Puskesmas Tawangmangu. Sedangkan Syaits Asyam meninggal di RS Bethesda Yogyakarta pada Sabtu (21/1).
Sumber Update 24 Januari 2017 :SUMBER


2 komentar:

  1. SEGA POUNDAL IMAGES | Titanium Arts
    POUNDAL IMAGES · ford titanium TITIAN GAMES · SEGA GENESIS · titanium trim hair cutter SEGA zinc oxide and titanium dioxide sunscreen MEGADRIVE · POUNDAL tungsten titanium PALES · titanium sia POUNDAL PALES · POUNDAL CIRCUIT · POUNDAL PALES · POUNDAL PALES.

    BalasHapus