Rabu, 11 Januari 2017

Gunung Merbabu Via Gancik (Selo)

              yap setelah lama vakum akhirnya Admin berniat lagi untuk sekedar corat coret bercerita tentang perjalanan perjalanan Admin. Sebelumnya Admin mau sedikit curhat, kemarin ada yang tanya kepada Admin, katanya "kenapa suka banget sih naek gunung ? udah capek, ngabisin duit & ngabisin waktu lagi" mungkin pertanyaan pertanyaan tersebut sudah gak asing lagi di telinga temen temen yang hobinya sama kayak Admin. Memang admin juga ngakuin naik gunung itu capek, nguras duit & nguras waktu, tapi biasanya yang tanya begitu mereka belum ngerasain asyiknya naik gunung sih. Oke Admin jawab, naik gunung itu bukan sekedar dapetin puncak & ber selfie ria, dengan naik gunung kita bisa dapet pengalaman baru, temen baru & masih banyak lagi lah, ntar Admin kasih entri sendiri di artikel selanjutnya tentang alasan naik gunung.

Oke, sekarang Admin mau sedikit bercerita tentang perjalanan admin sama temen temen beberapa waktu lalu naik Gunung Merbabu. Sebenernya sebelumnya udah pernah naik gunung ini, tapi kalo bagi admin gunung yang satu ini emang bikin kecanduan. Meski udah pernah tapi selalu bikin pingin naik kesana lagi.

Awalnya ada salah satu temen  yang ngajakin naik gunung, dibilang dia masih baru kedua kali ini naik gunung. Dia ngajak naik gunung tapi yang gampang, terus Admin mikir mikir gunung mana yang trek nya ga terlalu terjal & pemandangannya ciamik. Langsung terpikir Gunung Merbabu ini. Setelah hari & tanggal fix kami mempersiapkan peralatan. Waktu itu Admin juga ngajak pasukan kontrakan, kebetulan di kontrakan temen temen admin juga punya hobi naik gunung. Admin juga nyari temen cewe buat nemenin temen admin yang ngajakin tadi. Akhirnya kami naik 10 orang yang 2 cewek. Kami membawa 3 tenda dan 1 flysheet buat jaga jaga kalo diatas nanti ujan karena waktu itu cuaca juga lagi musim musim nya ujan.

Pagi nya kami sendiri mempersiapkan apa yang harus dibawa. Kalo ga salah waktu itu kita pake 5 carrier & 4 daypak. Di rencana awal kami mau naik merbabu biasanya yaitu lewat Selo. Tapi menurut informasi, sekarang di selo terdapat satu jalur baru yaitu jalur Gancik. Gancik sendiri merupakan tempat wisata di lereng gunung Merbabu. Setelah tanya tanya informasi tentang jalur jalur tersebut, akhirnya kami memutuskan lewat gancik. Di jalur ini nantinya akan bertemu dengan Pos 3 jalur selo yang lama.

Sekitar pukul 10 malam kami sampai di salah satu camp Merbabu Via Gancik. Disini sudah mulai tersa hawa dinginnya gunung sob. Admin yang sudah lama ga naik gunung waktu itu kaget karena udah lama  ga ngerasain hawa gunung. Di tempat kami camp juga menyediakan beberapa makanan. langsung saja kami memesan beberapa makanan dan minuman hangat & duduk di dekat perapian menghangatkan diri sambil sedikit bertanya tanya kepada penjual warung. Kata Ibu penjual warung, jalur Gancik ini masih beberapa bulan dibuka, tapi pengunjung sudah banyak yang tertarik mendaki lewat jalur sini. Setelah puas bertanya dan makanan & minuman kami sudah habis, kami langsung tidur untuk menjaga kondisi fisik supaya besok paginya segar lagi.
Maen kartu di Basecamp


Sarapan


Seperti biasa setelah bangun kami memesan teh hangat & sarapan pagi untuk mengisi perut kami yang akan melakukan perjalanan jauh. Sambil menunggu Ibu penjual warung membuat pesanan, Admin berniat jalan jalan keluar untuk menyesuaikan tubuh dengan hawa dingin diluar. Dari belakang warung, terlihat Gunung Merapi yang masih berselimut kabut.
View merapi dari belakang Basecamp
Setelah sarapan, kami melakukan brefing pendakian supaya di perjalanan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Di setiap pendakian kami selalu memilih siapa yang akan berjalan di paling depan atau biasa disebut Leader dan yang berjalan yang paling belakang atau biasa disebut sweeper. Dan kami memutuskan Kevi yang berjalan paling depan dan Dipta yang menjadi sweeper. Memilih Leader dan sweeper sangat penting dilakukan di sebuah pendakian karena akan memudahkan me manage atau mengatur anggota selama pendakian. Setelah persiapan semua sudah selesai, kami telah siap melakukan pendakian. Sebelum mendaki kami berdoa supaya tidak ada masalah selama pendakian dan semoga di beri kemudahan. Setelah berdoa, perjalanan pun dimulai.
Siap nanjak
Kami berjalan pukul 08.00 WIB. Trek awal yang harus kami lewati ternyata langsung nanjak sob. Kami melewati perkebunan penduduk dengan jalan yang
langsung menanjak tajam. Beberapa meter berjalan punggug admin sudah mulai terasa capek, mungkin karena tadi lupa belum pemanasan. Bukan hanya admin, anggota yang lain juga menunjukkan muka yang sudah pucat hahaha. Mungkin punggung nya masih kaget melawan tanjakan tanjakan tadi. Seperti pepatah jawa "alon - alon asal kelakon" kami pun menancapkan kata kata itu di otak kami. Tanjakan tanjakan mulai terlewati, akhirnya kami sampai di tempat wisata Gancik. Disitu kami break agak lama sembari menikmati pemandangan dari atas ketinggian. Disana terdapat beberapa wahana permainan. Setelah sekitar 30 menit kami beristirahat, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah berjalan beberapa meter dari tempat tersebut, kami di tawari jasa ojek yang mau mengantarkan langsung menuju pos 1. Kami pun tidak menggunakan jasa tersebut karena selain faktor uang, kami berfikir pumpung masih muda pumpung masih kuat jalan, ya jalan aja hehe. Trek menuju pos 1 ini terbilang landai dan hanya ada sedikit tanjakan nya. Bisa dibilang perjalanan ke pos 1 ini banyak bonus nya. Kami berjalan di iringi motor yang mondar mandir di sepanjang trek menuju pos 1. Rasanya iri sih, soalnya kita yang capek capek jalan bawa carrier berat eh mereka malah tinggal duduk sambil nyantai wkwk. Tapi bagi admin sudah biasa melihat hal yang seperti itu. Waktu admin naik Sindoro & Sumbing juga banyak jasa jasa ojek seperti itu. tapi balik ke awal, pumpung masih kuat jalan, ya jalan aja sambil ngirit isi dalam dompet yang sudah tipis hehe. Setelah sekitar 1,5 jam berjalan, kami pun akhirnya sampai di pos 1. Jika kalian ingin menggunakan jasa ojek mungkin 40 menit sudah sampai pos 1 ini. Sambil mengistirahatkan punggung & mulai mengeluarkan sedikit camilan yang ada di dalam carrier. Sambil sedikit berselfie ria untuk memanipulasi rasa lelah sob wkwk. Di pos 1 ini terdapat lahan yang tidak terlalu luas tapi mungkin cukup untuk 3 - 4 tenda. Vegetasi mulai rapat disini tetapi masih terlihat pemandangan dibawah. Tak terasa waktu istirahat sudah hampur 40 menit, rasanya malas sekali berdiri lagi sob hehe karena udah adem disini.
Pos 1

Setelah sekitar 40 menit kita istirahat, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pos 2. Trek mulai menanjak tetapi masih ada beberapa bonus yang ditemui. Cuaca alhamdulillah waktu itu cerah & tidak ada tanda tanda akan turun hujan. Normalnya estimasi waktu Pos 1 ke 2 adalah sekitar 1,5 jam tapi kami tempuh selama 2 jam. Pos 2 vegetasi masih agak rapat. Lahan disini agak sempit, mungkin cukup untuk 2 tenda saja. Di pos 2 kami memutuskan tidak berisyirahat karena menurut informasi pendaki lain, 200 meter setelah pos 2 vegetasi sudah terbuka dan sudah bisa melihat bukit bukit teletubis khas Gunung Merbabu.

Setelah beranjak sekitar 15 menit dari pos 2, vegetasi perlahan sudah mulai terbuka dan benar bukit bukit hijau khas gunung merbabu sudah kelihatan dari sini. Tidak lupa kami mengabadikan view view seperti ini. Entah bagaimana pose nya, bagaimana gaya nya mereka terlihat sangat bahagia. Rasanya rasa lelah pun sudah menghilang secara sekejap hehe. Admin juga tidak mau kalah sob, karena entah dari mana teori nya, jika melihat view view seperti ini rasanya tubuh segar kembali. Padahal trek menanjak didepan sudah menunggu.
Fantastic Four (Sandrin, widi, Dipta, Cepot)


Admin in Action

Kevi in Action



Tidak terasa sudah hampir 1 jam kami berselfie ria. Memang kalo sudah di depan kamera rasa nya tidak ada habis nya sob sampai sampai khilaf kalau jam sudah menunjukkan pukul 14.30. Target kami adalah mendirikan tenda di Sabana 1.
Sweper kembar Widi & Dipta
Perjalanan menuju pos 3 tidak gampang. Hanya sedikit sekali bonus yang kita lewati. Tapi jangan khawatir, view menuju pos 3 ini sangat memanjakan mata. Jadi tanjakan tanjakan tersebut tidak terlalu masalah sob. Gagah nya Gunung Merapi & cuaca yang mendukung membuat suasana pendakian tidak membosankan. Suara daun yang terkena angin & senyum sapa sesama pendaki membuat perjalanan menjadi lebih berwarna.

Tanjakan demi tanjakan perlahan sudah menghilang & dari kejauhan pos 3 sudah terlihat. Sekitar pukul 15.30 kami sampai di pos 3. Pos 3 ini adalah pertemuan jalur antara Gancik dan Selo. Disini lahan sangat luas, puluhan tenda bisa berdiri disini. Disini juga terlihat tanjakan yang paling curam di Gunung Merbabu Via Selo atau ganericik menurut Admin yaitu tanjakan dari pos 3 ke sabana 1. Dari pos 3 terlihat sangat menanjak. Kami pun beristirahat sejenak di pos 3 sambil mengumpulkan niat & tenaga untuk menanjak menuju pos 3.


Bahkan tas Carrier pun jadi sandaran ( Rizha )

Setelah sekitar 30 menit istirahat kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, disini beberapa teman admin mulai terkena kram di kaki nya. Mungkin karena faktor kecapekan, faktor tanjakan disini juga sangat mempengaruhi. Tapi kami tidak terlalu memaksa bergegas naik, kami banyak istirahat disini sambil melihat view view ciamik khas Merbabu.

Akhirnya setelah hampir 1 jam kami sampai di sabana 1. Waktu itu jam menunjukkan pukul 17.00 tepat. Cuaca pun sangat bersahabat. Kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda. Di sabana 1 ini terdapat beberapa bunga khas pegunungan yaitu Bunga Edeilwess. Setelah memasang 3 tenda dan 1 flysheet kami pun beristirahat di dalam tenda. Teman cewek admin langsung menunjukkan keahlianya sebagai koki hehe. Kalau tidak salah waktu itu kami hanya memasak mie rebus & sosis. Karena waktu itu entah kami masih malas makan nasi. Diluar cuaca masih terlihat sangat jelas, ribuan bintang terlihat jelas diluar. Mungkin ini yang dinamakan hotel bintang seribu sob hehe. Setelah makan kami langsung beristirahat & mempersiapkan tenaga untuk besok kami muncak.

Jam 2 pagi admin pun terbangun karena angin yang mulai berhempus sangat kencang dan mrapa teman admin juga membenarkan flysheet yang agak sedikit lepas pasak nya karena angin tersebut. Teman admin beberapa ada juga yang kedinginan sampai menggigil, akhirnya kompor admin nyalakan di dalam tenda tapi tidak lama, hanya untuk menghangatkan saja. Karena kalo kelamaan bisa bahaya, bisa keracunan gas atau paling parah nya tenda kita bisa terbakar hehe. Mulai dari itu hawa mulai sangat dingin karena angin tadi dan ditambah lagi admin tidur paling pojok.



Akhirnya pagi pun datang, seperti biasa  langsung keluar tenda sambil mencari view sunrise pagi. Waktu itu admin masih mager untuk keluar tenda karena masih dingin sob diluar hehe. admin milih bantu bantu temen cewek si Rizha & Arsanti masak hehe. Rencana kami mau masak nasi waktu itu, tapi mungkin si Sandrin & Widi waktu yang tukang masak nasi masih setengah ngantuk, akhirnya nasi nya jadi bubur. Sudah jadi bubur dicampur sama bumbu nasi goreng, jadi lah bubur nasi goreng hehe. Tapi yang namanya di gunung, walaupun udah begitu tetep aja dimakan. Waktu itu si Kevi ngotot minta muncak duluan, akhirnya dengan bekal mie mentah & 1 botol aqua dia berjalan ke puncak sendirian layaknya pendekar hehe. Emang agak unik anak yang satu ini. Entah apa alasanya muncak duluan, mungkin dia ingin menyendiri sob wkwk, tapi untung nya dia ga nyasar soalnya yang kami takutkan dia lupa jalan malah turun lewat jalur lain hehe.


Setelah semua sudah sarapan, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Kami hanya membawa 3 daypak yang isinya camilan & air. Tenda ditinggal disini. Seperti kebiasaan, admin selalu meminum doping dulu selama perjalanan ke puncak, yaitu madurasa. Karena menurut admin madurasa bisa menambah stamina & bisa sedikit menghangatkan tubuh. Setelah berdoa bersama, kami perlahan berjalan menuju puncak. Trek yang dilalui masih terbilang landai soalnya masih banyak bonus yang ditemukan. View view sabana hijau khas merbabu masih memanjakan mata kami selama perjalanan. Tidak sampai 1 jam kami sudah sampai di sabana 2. Estimasi waktu dari sabana 1 ke sabana 2 sekitar 45 menit. Di sabana 2 lahan cukup luas, puluhan tenda bisa didirikan disini. Di sabana 2 kami sempat istirahat sambil mengabadikan hijaunya sabana 2. setelah sekitar 30 menit  bersantai, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Trek masih sama, tapi disini tanjakan tanjakan sudah mulai menguras tenaga kami. Di tanjakan terakhir kami bertemu teman kami kevi yang sudah turun dari puncak, kami bersyukur ketemu dia karena ternyata dia turun lewat jalur yang benar hehe.


Arsanti & Rizha

Widi in Action

Sabana 2

Yang jomblo ga usah baper ( padahal admin sendiri masih jomblo)


Di tanjakan terakhir ini, tanjakan lumayan terjal berupa tanah liat yang agak keras karena baru terkena hujan gerimis. Setelah tadinya berjalan dengan normal, di tanjakan ini kami banyak sekali istirahat. Banyak juga yang mengeluh, ada yang kram bahkan sampai sampai ada yang mules hehe. Tapi balik ke komitmen awal, "alon alon asal kelakon" pelan pelan asal terlaksana. Sebuah perjalanan tidak selalu untuk puncak, padahal menurut admin, proses menuju puncak akan lebih di ingat daripada di puncak nya sendiri. Karene di proses nya itu kita akan banyak belajar, belajar sabar, belajar me manage diri sendiri bahkan memanage anggota yang lain. Bagi admin sendiri puncak adalah salah satu bonus dari kita melewati rintangan rintangan yang ada di proses perjalanan tersebut.

Setelah sekitar 1,5 jam kita berjalan dari sabana 2 akhirnya sampailah kita semua di Puncak Kenteng Songo di ketinggian 3142 Mdpl. Kami sampai sekitar pukul 11.00 Wib. Alhamdulillah cuaca waktu itu sangat cerah. Berbeda dengan waktu admin pergi ke merbabu yang pertama, dulu sampai puncak zonk & sangat berkabut, tapi kali ini cuaca sangat mendukung. Puncak kenteng songo adalah salah puncak tertinggi di gunung merbabu. Ada 2 puncak lainya yaitu puncak Syarif & puncak trinanggulasi. Sebenarnya menurut informasi ada 7 puncak di Gunung Merbabu ini, tapi admin cuma ingat 3 puncak tadi hehe. Di puncak sebenarnya ada lahan untuk mendirikan tenda, tapi kayknya kalo camp di puncak pasti dingin nya ngalah ngalahin yang di bawah, belum lagi anginnya & belum lagi bawa bawa carrier sampek puncak hehe pasti udah kebayang gimana capeknya. Dari puncak kenteng songo terlihat gagahnya Gunung Merapi. Waktu itu di puncak kami bersantai sambil menghabiskan logistik yang ada di dalam daypak yang kami bawa. Tidak lupa kami berselfie selfie ria karena alhamdulillah semua bisa sampai puncak. Di puncak kami cukup lama sekitar 2 jam kami berada di puncak. Masih banyak juga pendaki pendaki yang berada di puncak. Tidak seperti gunung berapi, kalau gunung berapi ada batasan di puncak harus sampai jam yang sudah ditentukan Seperti di Sindoro, disana maksimal di puncak cuma sampai jam 11. Kalo di merbabu bebas, sampai sore atau bahkan camp diatas tidak bahaya, mangkanya kami cukup bersantai menghabiskan waktu diatas. Setelah puas berfoto foto & logistik pun sudah habis ditambah diatas juga sangat panas, kami memutuskan untuk turun kembali ke camp sabana 1.

Arsanti in Action



Sandrin in action
 

Pasukan wani adem


Perjalanan turun tidak memakan banyak waktu, cukup sekitar 2 jam kami sudah sampai camp sabana 1, itupun kami sudah berfoto foto di perjalanan waktu turun. Kami tidak sempat memasak waktu itu, karena waktu juga mepet. Rencana kami sebelum gelap kami sudah sampai basecamp bawah. Kami langsung membereskan tenda dan packing bersiap untuk balik. Setelah selesai, kami berdoa lalu melanjutkan perjalanan turun ke basecam. Waktu sudah menunjukan pukul 4 waktu kita balik, pikir admin ga mungkin sebelum maghrib sudah sampai basecamp bawah. Yaudah akhirnya kami juga tidak memasang target sampe bawah harus sampai pukul berapa. Di perjalan pulang kami mendapat bonus lagi yaitu sunset yang indah sob. Kami memutuskan untuk break hanya untuk sekedar mengabadikan momen tersebut. Menurut admin, ini juga salah satu bonus naik gunung, naik gunung bukan hanya sekedar puncak, tapi proses proses di perjalanan lah yang lebih banyak bonus bonus nya.
View perjalanan turun


Sekitar pukul 20.30 alhamdulillah kami sampai di basecamp bawah dengan selamat tanpa kurang dari apapun. Kami langsung beristirahat dan memesan beberapa makanan dan minuman unruk mempersiapkan berjalanan balik ke jogja. Setelah istirahat cukup kami langsung memutuskan untuk balik ke Yogyakarta pukul 22.00. Dan pukul 00.30 kami sudah sampai Kontrakan dengan selamat.

Itulah sedikit cerita Admin mendaki gunung merbabu, mungkin kalo ada salah kata mohon di maapkan, si Admin sendiri juga masih belajar nulis ini hehe ..
Sampai jumpa lagi di coretan coretan selanjutnya...





4 komentar:

  1. Pagi mas Admin :D
    Saya rencana mau ke merbabu dalam waktu dekat ini, tapi saya masih bingung untuk akses dari Jogja. Rencana saya ingin pakai motor dari Jogja ke Selo, kira-kira kalau menggunakan motor itu bagaimana ya ? apakah sangat direkomendasikan ? Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas masih direkomendasikan naik motor juga bisa kalau akses ke basecamp Selo Merbabu.

      Hapus
  2. Punya kontak antar jemput pendaki gak mas? Saya rencana mau kesana dengan 20 orang dan saya berasal dari Jakarta

    BalasHapus
  3. Bagus artikelnya ... singkat tapi terinci mengenai jalur serta rentang waktu pendakiannya. Sangat bermanfaat buat pendaki pemula ... Terima kasih sobat

    BalasHapus