Sabtu, 14 Maret 2015

Keluyuran Edisi Gunung Kelud



Cerita kali ini adalah traveling edisi Gunung Kelud. Gunung Kelud terletak di antara 3 Kabupaten yaitu, Kediri, Blitar, dan Malang.

Pada hari Sabtu, 01 Februari saya mencari cari artikel tentang Gnung Kelud. Awalnya hanya iseng – iseng sih, tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke sana. Lalu saya sms mengajak teman saya Wahyu, tanpa pikir panjang dia juga merasakan hal yang sama,suntuk dan bosan di rumah :D. Lalu kami sepakat untuk berangkat jam 5 pagi. Memang terbilang sangat mendadak, tapi Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi hehehe #ngelantur :D



Kami berangkat dari Trenggalek jam 5 pagi, rencananya sampai Kelud jam 7 pagi. Perjalanan kami mulai dari T.Galek-Tulungagung . Kami tidak lewat  kota Tulungagung karena banyak traffic light nya. Kami memakai jalur pintas lewat Ds Karangrejo. Tapi ternyata apa yang kami pikirkan tidak sesuai rencana, jembatan yang menghubungkan jalan tersebut putus . akhirnya kami dialihkan melewati pelosok – pelosok desa. Apa boleh buat, akhirnya kami melalui jalur itu, kami melewati sawah – sawah yang masih hijau dan pemandangan desa yang masih asri J. Setelah melewati perbatasan Tulungagung – Kediri saatnya
menggunakan GPS, karena kami pada awalnya tidak tahu jalan jika mau Ke Gunung Kelud. Setelah kami sudah bisa memastikan jalan yang benar, GPS saya matikan. Dari jalan raya Ngadiluih kami belok kanan, di sana sudah ada tanda arah menuju gunung kelud. Dari jalan raya Ngadiluih menuju Gunung kelud sekitar 1 jam. Setelah membeli tiket kami melanjutkan perjalanan, saya kira perjalanan sudah dekat ternyata masih 30 menit lagi. Sambil jalan kami disugui pemandangan pegunungan yang asri dan boleh dibilang udara terasa dimgin. Jalan terus menanjak, tapi didsini kami sempat menghentikan motor dan berfoto dulu sembari beristirahat, seperti pepatah bilang ‘’ Sambil menyelam jangan lupa meminum airnya juga’’ #pepatahngawur :D  (sambil naik gunung, jangan lupa menikmati pamandangannya)

Setelah puas berfoto ria, kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Misteri Gunung Kelud. Mengapa dikatakan misteri ?? karena bila kita mematikan mesin motor/ perseneling dalam keadan nol, mobil/motor akan berjalan sendiri di jalan yang menanjak. Kalau tidak percaya silahkan coba sendiri :D. Dan lagi lagi kami tidak lupa juga untuk berfoto ria disini, seperti pepatah ngawur diatas :D.

Pukul 09.00 kami sudah sampai di parkiran, kami langsung pergi ke bibir kawah. Kami harus melewati terowongan yang ada disini, panjang terowongan sekitar kurang lebih 200 meter. Disana ada pos pengamatan aktivitas Gunung Kelud. Kami beristirahat dulu di sana. Sayangnya kabut mulai turun. Setelah 10 menit beristirahat kami akan melanjutkan perjalanan, tiba – tiba saya dan wahyu mendengar suara Motor dan mobil dari terowongan. Ternyata mereka dari petugas Gunung Kelud, mereka menjelaskan bahwa gunung kelud akan segera ditutup karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Pada saat itu juga mereka meningkatkan status gunung kelud dari SIAGA ke WASPADA. Kemudian saya bertanya kepada petugas Gunung Kelud, ‘’ kok mendadak Pak ? lalu beliau menjelaskan memang karakteristik dari Gunung Kelud itu begitu, beda dengan gunung yang lain.
Apa boleh buat, padahal saya tinggal 200 meter lagi dari bibir kawah -_-. Lalu saya kembali ke parkiran dan membeli segelas kopi hangat yang bias mengobati rasa kecewa saya  #hehehe :D.
Lalu kami berpikir, ketimbang ke Kediri tidak dapat apa – apa kami akan melanjutkan perjalanan ke Simpang Lima (Gumul). Setelah selesai ngopi kami melanjutkan perjalanan, tapi apesnya motor yang kami kendarai bocor -_-, mungkin karena suhu dingin disana. Setelah 30 menit menambal ban kami melanjutkian perjalanan ke Gumul . Disana kami hanya berfoto ria dan sedikit memainkan gitar kecil yang Wahyu bawa. Lalu kami melanjutkan perjalanan Pulang ke Trenggalek.



Setelah sampai rumah, saya langsung diberondong pertannyaan oleh orang tua saya, pada awalnya saya bingung, tapi setelah menonton berita di televisi ternyata pada hari itu juga Gunung Kelud dinnyatakan Waspada.  Kemudian pada tanggal 14 Februari ( 2 minggu setelah saya kesana ) Gunung Kelud meletus besar sekitar pukul 13.30 dini hari. Saking besarnnya, letusan terdengar sampai Kota Trenggalek, abu juga turun di Trenggalek. Kota yang paling parah terkena abu vulkanik Gunung Kelud adalah Kota Yogyakarta ( selain Kediri, Malang, Blitar). Dari kejadian ini saya telah mendapat pengalaman berkunjung ke Gunung Kelud pas waktu dimana Gunung Kelud dinnyatakan Waspada..

END















Cepot :v








Tidak ada komentar:

Posting Komentar