Cerita kali ini adalah traveling edisi Gunung Kelud. Gunung
Kelud terletak di antara 3 Kabupaten yaitu, Kediri, Blitar, dan Malang.
Pada hari Sabtu, 01 Februari saya mencari cari artikel
tentang Gnung Kelud. Awalnya hanya iseng – iseng sih, tapi pada akhirnya saya
memutuskan untuk pergi ke sana. Lalu saya sms mengajak teman saya Wahyu, tanpa
pikir panjang dia juga merasakan hal yang sama,suntuk dan bosan di rumah :D. Lalu
kami sepakat untuk berangkat jam 5 pagi. Memang terbilang sangat mendadak, tapi
Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi hehehe #ngelantur
:D
Kami berangkat dari Trenggalek jam 5 pagi, rencananya sampai
Kelud jam 7 pagi. Perjalanan kami mulai dari T.Galek-Tulungagung . Kami tidak
lewat kota Tulungagung karena banyak
traffic light nya. Kami memakai jalur pintas lewat Ds Karangrejo. Tapi ternyata
apa yang kami pikirkan tidak sesuai rencana, jembatan yang menghubungkan jalan
tersebut putus . akhirnya kami dialihkan melewati pelosok – pelosok desa. Apa
boleh buat, akhirnya kami melalui jalur itu, kami melewati sawah – sawah yang
masih hijau dan pemandangan desa yang masih asri J.
Setelah melewati perbatasan Tulungagung – Kediri saatnya
menggunakan GPS, karena kami pada awalnya tidak tahu jalan jika mau Ke Gunung Kelud. Setelah kami sudah bisa memastikan jalan yang benar, GPS saya matikan. Dari jalan raya Ngadiluih kami belok kanan, di sana sudah ada tanda arah menuju gunung kelud. Dari jalan raya Ngadiluih menuju Gunung kelud sekitar 1 jam. Setelah membeli tiket kami melanjutkan perjalanan, saya kira perjalanan sudah dekat ternyata masih 30 menit lagi. Sambil jalan kami disugui pemandangan pegunungan yang asri dan boleh dibilang udara terasa dimgin. Jalan terus menanjak, tapi didsini kami sempat menghentikan motor dan berfoto dulu sembari beristirahat, seperti pepatah bilang ‘’ Sambil menyelam jangan lupa meminum airnya juga’’ #pepatahngawur :D (sambil naik gunung, jangan lupa menikmati pamandangannya)
menggunakan GPS, karena kami pada awalnya tidak tahu jalan jika mau Ke Gunung Kelud. Setelah kami sudah bisa memastikan jalan yang benar, GPS saya matikan. Dari jalan raya Ngadiluih kami belok kanan, di sana sudah ada tanda arah menuju gunung kelud. Dari jalan raya Ngadiluih menuju Gunung kelud sekitar 1 jam. Setelah membeli tiket kami melanjutkan perjalanan, saya kira perjalanan sudah dekat ternyata masih 30 menit lagi. Sambil jalan kami disugui pemandangan pegunungan yang asri dan boleh dibilang udara terasa dimgin. Jalan terus menanjak, tapi didsini kami sempat menghentikan motor dan berfoto dulu sembari beristirahat, seperti pepatah bilang ‘’ Sambil menyelam jangan lupa meminum airnya juga’’ #pepatahngawur :D (sambil naik gunung, jangan lupa menikmati pamandangannya)
Setelah puas berfoto ria, kami melanjutkan perjalanan ke
Jalan Misteri Gunung Kelud. Mengapa dikatakan misteri ?? karena bila kita
mematikan mesin motor/ perseneling dalam keadan nol, mobil/motor akan berjalan
sendiri di jalan yang menanjak. Kalau tidak percaya silahkan coba sendiri :D.
Dan lagi lagi kami tidak lupa juga untuk berfoto ria disini, seperti pepatah
ngawur diatas :D.
Pukul 09.00 kami sudah sampai di parkiran, kami langsung
pergi ke bibir kawah. Kami harus melewati terowongan yang ada disini, panjang
terowongan sekitar kurang lebih 200 meter. Disana ada pos pengamatan aktivitas
Gunung Kelud. Kami beristirahat dulu di sana. Sayangnya kabut mulai turun.
Setelah 10 menit beristirahat kami akan melanjutkan perjalanan, tiba – tiba
saya dan wahyu mendengar suara Motor dan mobil dari terowongan. Ternyata mereka
dari petugas Gunung Kelud, mereka menjelaskan bahwa gunung kelud akan segera
ditutup karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Pada saat itu juga mereka
meningkatkan status gunung kelud dari SIAGA ke WASPADA. Kemudian saya bertanya
kepada petugas Gunung Kelud, ‘’ kok mendadak Pak ? lalu beliau menjelaskan
memang karakteristik dari Gunung Kelud itu begitu, beda dengan gunung yang
lain.
Apa boleh buat, padahal saya tinggal 200 meter lagi dari
bibir kawah -_-. Lalu saya kembali ke parkiran dan membeli segelas kopi hangat
yang bias mengobati rasa kecewa saya
#hehehe :D.
Lalu kami berpikir, ketimbang ke Kediri tidak dapat apa –
apa kami akan melanjutkan perjalanan ke Simpang Lima (Gumul). Setelah selesai
ngopi kami melanjutkan perjalanan, tapi apesnya motor yang kami kendarai bocor
-_-, mungkin karena suhu dingin disana. Setelah 30 menit menambal ban kami
melanjutkian perjalanan ke Gumul . Disana kami hanya berfoto ria dan sedikit
memainkan gitar kecil yang Wahyu bawa. Lalu kami melanjutkan perjalanan Pulang
ke Trenggalek.
Setelah sampai rumah, saya langsung diberondong pertannyaan
oleh orang tua saya, pada awalnya saya bingung, tapi setelah menonton berita di
televisi ternyata pada hari itu juga Gunung Kelud dinnyatakan Waspada. Kemudian pada tanggal 14 Februari ( 2 minggu
setelah saya kesana ) Gunung Kelud meletus besar sekitar pukul 13.30 dini hari.
Saking besarnnya, letusan terdengar sampai Kota Trenggalek, abu juga turun di
Trenggalek. Kota yang paling parah terkena abu vulkanik Gunung Kelud adalah
Kota Yogyakarta ( selain Kediri, Malang, Blitar). Dari kejadian ini saya telah
mendapat pengalaman berkunjung ke Gunung Kelud pas waktu dimana Gunung Kelud
dinnyatakan Waspada..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar