kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya di Lomba Lintas Alam Di Gunung Panderman. Cekidot... :}
Ini event saya yang saya ikuti yang ke enam, tapi di event kali ini tidak seperti event2 yang sebelumnya, bedanya kalau dulu harus nabung sendiri dan harus nyari kendaraan sendiri (nebeng/mbonek/nge-punk) kali ini tidak, hehehe.. di event ini akhirnya sekolah memberikan uang untuk event ini. :D
Kali ini kami berangkat menggunakan elf
Pukul 9 malam kami memasuki daerah
pujon. Kabut mulai menemani perjalanan kami, apalagi lampu sen nya mati. Jarak pandang hanya sekitar 7 meter... hadeh -_- . Pada pukul 11 kami sudah sampai di tempat start yaitu di Stadion Brantas Batu, Malang. Syukur alhamdulillah akhirnya sampai juga, setelah melakukan perjalanan yang nekat itu :D
Paginya petualangan dimulai, sekitar jam 7 saya dan kawan2 berangkat menuju gunung panderman, awalnya rute mudah yaitu melewati perkampungan penduduk dan jalan lebar.
| 10 menit sesudah pos terakhir.. |
Pada pukul 10 kami sudah tiba di latar ombo, kira2 kurang 2 jam lagi lah menuju puncak. Kabut mulai turun, dan hawa terasa sangat dingin.. brrrr...
hanya satu yang saya takutkan, yaitu jika turun hujan, karena kalau hujan akan sangat licin bila dilewati dan saya tidak membawa jas hujan.
Pada pukul 12 tepat kami sampai di puncak gunung Panderman. Ketinggiannya sekitar 2000 mdpl. Tapi sayangnya waktu itu kabut sedang tebal dan tidak bisa melihat pemandangan ke bawah. sekitar jam 1 kami mulai turun dari puncak, tetapi apa yang saya takutkan akhirnya terjadi juga, yaitu hujan turun dan jalan yang saya lalui sangat licin, terpaksa saya ber lumpur2 ria deh -_- . apalagi jalan sangat curam dan sangat licin, perjalanan turun yang harusnya dari puncak sampai bawah sekitar 2,5 jam, kami tempuh selama 4 jam.
Setelah sampai bawah saya langsung mandi dan Sholat, lalu pukul 9 malam kami melakukan perjalanan pulang ke Trenggalek. Awalnya dari trenggalek ke batu kami hanya mengandalkan GPS, tetapi semua hp sudah dalam keadaan lowbat.. njir..-_-. Akhirnya kami memakai GPS tradisional yaitu tanya ke orang di pinggir jalan :D . Sampai pujon semua orang sudah terlelap, hanya saya dan sopir yang masih ikhlas membuka mata, hehehe. Sampai sinilah akhirnya si sopir lupa jalan, hadeh..-_-. tapi untungnya saya masih ingat jalan ini, dan akhirnya kami semua sampai Trenggalek pukul 2 pagi.
ini beberapa foto nya..
| with Bang Cepot |
| action dulu.. |
| 2000 mdpl.. |
Sekian Wassalam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar